Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Wednesday, August 25, 2010

Kisah Anak yang Tawakkal

Seorang soleh bernama Ahmad Bin Harb mempunyai seorang anak lelaki. Sejak kecil anak itu telah diajarkan mengenal Allah dan yakin bahawa Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Allah yang menghidupkan, yang mematikan dan yang memberi rezeki kepada manusia.

"Nak, jika engkau menginginkan sesuatu, engkau mesti meminta dan berdoa kepada Allah tidak boleh kepada yang lain," kata Ahmad kepada anaknya yang masih kecil itu.

"Caranya bagaimana ayah?" tanya anaknya.

"Engkau pergi ke tingkap, angkat kedua-dua tanganmu ke langit dan ucapkan: "Ya Allah! Aku ingin ini.... maka berikanlah aku rezeki dari sisi-Mu."

Ahmad dan isterinya telah menyediakan segala makanan, minuman atau benda-benda yang menjadi kegemaran anaknya itu. Setiap kali anaknya pergi ke tingkap, kedua-duanya pergi ke tempat benda-bendanya yang disorokkan.

Suatu hari anaknya pergi ke tingkap dan berdoa: "Ya Allah, aku ingin roti yang sedap, maka berilah aku rezeki dari sisi-Mu."

Secepat kilat ibunya meletakkan roti diatas meja makan. Maka apabila anaknya pergi ke meja makan, telah tersedia makanan yang dimintanya. Dia yakin bahawa barang itu dari Allah.

 Esok harinya ia pergi pula ke tingkap dan berdoa: "Ya Allah!, berilah aku minuman yang sedap."

Apabila dia menoleh, di meja sudah tersedia minuman yang sedap yang diletakkan oleh ibunya. Dia yakin bahawa Allah telah menunjukkan kekuasaannya dengan memperkenankan setiap permintaannya.

Suatu hari, Ahmad dan isterinya bepergian. Sementara anaknya yang berada di rumah sangat ingin makan roti. Maka pergilah dia ke tingkap dan berdoa : "Ya Allah, aku sangat ingin makan roti., Maka berilah aku rezeki roti dari sisi-Mu."

Ketika itu juga tersedia roti di tempat makannya. Apabila ibu bapanya pulang,. kedua-duanya terkejut kerana anaknya makan roti. Padahal ketika itu di rumahnya kebetulan tidak ada roti.

"Daripada mana engkau mendapatkan roti wahai anakku?' tanya Ahmad dan isterinya.

"Dari Allah yang memberiku maknan setiap hari itu." jawab anaknya.

Dengan kejadian ini, Ahmad sedar bahawa anaknya telah mencapai taraf yang tinggi keyakinannya kepada Allah, dan telah menempuh jalan seperti yang ditempuh oleh orang yang tawakkal.

~Himpunan Kisah Sufi~

Wednesday, July 21, 2010

Nasihat Buat Para Pencari 'Ilmu

Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Ketahuilah, salah seorang murid Al Ghazali yang telah menyertai gurunya selama bertahun-tahun bertanya-tanya kepada dirinya. Ia berguru, menemani dan melayani gurunya dalam waktu yang cukup lama. Berbagai ilmu dan pengalaman spiritual telah diperolehnya, tetapi ia masih merasa ragu terhadap dirinya. Ia berkata kepada dirinya, "Saya telah membaca berbagai macam ilmu. Usiaku habis untuk belajar dan mengumpulkan bermacam-macam ilmu. Hingga sekarang saya tidak mengetahui ilmu yang mana yang bermanfaat bagiku dan menemaniku kelak di alam kubur. Saya juga tidak tahu ilmu mana yang tidak bermanfaat bagiku sehingga saya harus meninggalkannya. Padahal Rasulullah saw. telah berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung denganMu dari ilmu yang tidak bermanfaat."

Ia terus berpikir dan berpikir sampai akhirnya memutuskan untuk menulis surat kepada gurunya, Al Ghazali. Ia mengadukan kepadanya kegelisahan hatinya dan meminta nasihat. Ia memang mengaku sudah banyak memperoleh pelajaran dari gurunya, tetapi yang dicari belum ditemukan. Salah satu ucapan yang disampaikan kepada gurunya adalah sebagai berikut: "Beberapa buku karangan Syekh, seperti Kitab Ihya’ dan kitab-kitab yang lain memang sudah menjawab masalah saya. Akan tetapi, maksud saya di sini adalah agar Syekh menuliskan untuk saya nasihat yang tertulis hanya dalam beberapa lembar kertas. yang saya bisa membawanya sepanjang hidup saya dan mengamalkannya."
Kemudian Al Ghazali menulis jawaban. Surat itu kepada muridnya sebagaimana berikut.

Ilmu adalah Untuk Diamalkan

Ketahuilah, wahai anakku yang mulia dan sahabat yang ikhlas, - semoga Allah menetapkan ketaatanmu kepadaNya dan melangkahkan kakimu dijalan para kekasihNya-, Sesungguhnya tebaran nasihat ditulis dari risalah Rasulullah saw. Jika nasihat dari Baginda telah sampai kepadamu, maka nasihat apa lagi yang kamu perlukan dariku. Jika belum sampai, maka katakan kepadaku apa yang telah kamu peroleh selama bertahun-tahun ini dari ilmu yang telah kau raih? Sementara pada saat yang sama engkau habiskan waktumu mencari ilmu itu.

Wahai Anakku di antara nasihat Rasulullah saw. yang sangat berharga adalah sabda Baginda ini:
"Tanda-tanda Allah berpaling dari hambaNya adalah kesibukan hamba itu dengan sesuatu yang tidak berarti. Jika seseorang sesaat saja dari usianya hilang untuk sesuatu yang tidak berguna bagi tujuan penciptaannya, maka patut baginya mendapatkan kerugian yang panjang: dan barangsiapa telah melewati 40 tahun dan kebaikannya tidak mengalahkan kejelekannya, maka bersiap-siaplah ke neraka."

Nasihat ini sudah cukup bagi orang yang benar-benar ahli ilmu. Wahai Anakku, urusan nasihat sangat mudah, yang susah adalah menerima nasihat. Kerana menerima nasihat bagi hawa nafsu terasa pahit, sementara larangan-larangan itulah yang disukai oleh sebahagian besar manusia, khususnya bagi orang yang hanya sibuk mencari ilmu, dimana ilmunya tersebut digunakan hanya untuk memperoleh keagungan dan kemulian dunia. Dengan upayanya mencari ilmu itu - dia hanya bertujuan untuk mendapatkan ilmu semata - bukan untuk diamalkan - agar ilmu tersebut dinisbatkan kepadanya.

Dengan demikian orang akan berkata "Si Fulan seorang yang berilmu (sarjana, master, doktor dll -pentj) dan mulia". Orang yang terakhir ini hidupnya hanya sibuk mengurusi nafsu dan memasuki lorong-lorong kehidupan dunia. Ia mengira bahwa dengan mendapatkan ilmu semata, kehidupannya akan selamat dan terlepas dari kesengsaraan. Ia tidak perlu beramal. Ini adalah keyakinan para filosofi( ahli falsafah/Muktazilah). Mahasuci Allah. Ia tidak mengetahui ketentuan ini ketika sudah mendapatkan ilmu dan tidak mengamalkannya, ia justru berhujjah dengan sekian banyak dalil yang memperkuatkan pandangannya bahwa ilmu untuk ilmu, bukan untuk amal. Rasulullah saw. bersabda:
"Manusia yang mendapatkan azab paling berat di akhirat adalah orang yang berilmu yang Allah tidak memberinya kemanfaatan atas ilmunya."

Imam Ahmad dan al-Bayhaqi meriwayatkan dari Mansur Ibn Zadan yang berkata, "Telah sampai kabar kepada kami, bahwa apabila orang berilmu tidak memperoleh manfaat dari ilmunya itu, para penghuni Neraka berteriak karena mencium baunya yang busuk. Mereka—para penghuni neraka itu— berkata kepadanya, "Apa yang telah kamu perbuat, wahai orang jelek? Kamu telah mengganggu kami dengan baumu yang busuk. Apakah tidak cukup bagimu rasa sakit dan keburukan kami?" Orang yang berilmu itu menjawab, "Dulu, aku ini orang berilmu, tetapi aku tidak memperoleh manfaat dari ilmuku."

Diriwayatkan bahwa Al Junaidi setelah wafat memperlihatkan dirinya dalam tidurku(mimpi), lalu ditanyakan kepadanya, "Apa kabar. hai Abu Al Qasim (panggilan Al Junaidi)?" Ia menjawab, "Semua ungkapan (ilmu) telah rusak dan isyarat-isyarat (ilmu yang lebih dalam) juga musnah. Tidak ada yang memberi kami manfaat kecuali rakaat-rakaat yang kami rukuk di tengah malam."

Wahai Anakku, Janganlah kamu menjadi orang yang muflis sebab amalmu, dan jangan pula batinmu dalam keadaan kosong dari dzikir pada Allah. Yakinlah bahwa ilmu semata tidak mungkin boleh diharapkan semata-mata.

Contohnya, seandainya seorang laki-laki gagah di tengah gurun sendirian memiliki sepuluh pedang India yang sangat kuat dan beberapa harta lainnya. Laki-laki itu dikenal pemberani dan pahlawan perang.

Kemudian seekor singa yang sangat besar menghampirinya dan mahu menerkamnya. Apa pendapatmu, apakah senjata-senjata yang hebat itu mampu mencegah laki-laki itu dan terkaman singa jika ia tidak menggunakan dan menghantamkannya kepada singa? Sudah pasti senjata-senjata itu tidak mampu melindunginya kecuali dengan digerak-gerakkan.

Demikian juga jika seseorang telah membaca 100000 masalah ilmiah dan berhasil menguasainya, tetapi tidak mengamalkannya, maka ilmu-ilmu itu tidak akan memberinya manfaat kecuali dengan mengamalkannva.

Contoh lain. jika seseorang sakit kuning, dan ia mengetahui bahwa kesembuhannya hanya dengan ubatan tertentu, maka ia tidak mungkin sembuh kecuali dengan meminum ubat itu.

Seandainya kamu telah belajar puluhan tahun, membaca banyak buku dan menguasai berbagai macam ilmu, lalu kamu menyimpan kitah-kitab sebagai bahan koleksi pribadi, maka semua itu tidak akan menolong dan menjadikanmu mendapatkan manfaat kecuali dengan mengamalkannya.

Allah swt. berfirman:

"Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."
(QS. Al Najm: 39).


"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh." (QS. Al Kahfi: 110).

"Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan."
(Qs. Al Taubah: 82).


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh. bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya. mereka tidak ingin berpindah darinya." (QS. Al Kahfi: 107-108).

"Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh." (Qs. Al Furqan: 70).

Apa pula pendapatmu tentang hadis berikut ini:

"Islam dibangun di atas lima [dasar]: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utuisan Allah, menegakkan shalat., mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadlan, dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu [menempuh] perjalanan ke sana."

Iman adalah diucapkan dengan lidah, dibenarkan dengan hati dan dilakukan dengan organ-organ tubuh. Ini merupakan antara dalil yang menunjukkan keharusan beramal bagi orang yang menganggap bahawa seseorang boleh sampai ke syurga berkat keutamaan dan kemuliaan Allah. Akan tetapi, hal ini hanya mungkin tercapai setelah orang itu melakukan ketaatan dan beribadah kepadaNya, karena rahmat dan keutamaan Allah hanya untuk orang-orang yang mendekati kebaikan. Yakni golongan orang baik.

Seandainya dikatakan pula bahwa syurga bisa dicapai dengan iman semata, maka kami jawab, "Benar, tetapi sampai bila?" Berapa banyak rintangan yang menuju surga yang harus ditempuh jika benar-benar ingin sampai. Ujian pertama adalah ujian iman. Apakah iman yang dimilikinya berjaya dipertahankan dan tidak tercabut dari hatinya, atau sebaliknya? Jika imannya selamat, apakah ia termasuk orang yang khianat atau muflis?

Hasan Basri berkata. "Allah pada hari kiamat akan berkata kepada hamba-hambaNya, "Masuklah, hai hamba-hambaKu ke syurga sebab rahmatKu dan berbahagialah kamu dengan amalmu."

Wahai Anakku, selama kamu tidak beramal, maka kamu tidak mendapatkan upah (pahala).
Dikisahkan bahwa seorang pemuda Bani Israil telah menyembah Allah selama 70 tahun. Allah swt. ingin memperlihatkannya kepada para malaikat, Maka diutuslah satu malaikat untuk memberikan kabar kepadanya bahwa ibadah yang selama ini dilakukannya belum menjadikannya layak masuk surga. Ketika kabar itu diterimanya, ia menjawabnya demikian. "Kami memang diciptakan untuk ibadah. Karena itu, kami harus menyembahNya." Ketika malaikat itu kembali dan menghadap Allah, ia mengadu, "Tuhanku, Engkau lebih tahu atas apa yang ia katakan." Allah pun menjawab, "Jika ia tidak berpaling dari beribadah kepada Kami, maka Kami bersama kemuliaan Kami tidak berpaling darinya. Saksikanlah, hai malaikat-malaikatKu, sesungguhnya Aku telah mengampuninya."

Rasulullah saw. bersabda:
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah amal kalian sebelum (amal)kalian ditimbang."

Ali bin Abi Thalib ra berkata, "Barangsiapa mengira bahwa dengan tanpa amal boleh sampai ke surga, maka ia seorang pengangan-angan (pengkhayal). Barangsiapa mengira bahwa ia boleh sampai ke syurga hanya kerana amalnya, bererti ia adalah orang yang tidak merasa perlu akan rahmat Allah."

Al Hasan berkata, "Mencari surga dengan tanpa amal adalah satu di antara dosa-dosa [besar]." la juga berkata, "Tanda kebenaran yang hakiki adalah meninggalkan perbuatan yang memperhatikan amal dan bukan meninggalkan amal."

Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang cerdik adalah orang yang jiwanya dekat (pendek) dan beramal untuk sesuatu sesudah mati. Orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsu dan mengangan-angankan Allah dengan angan-angan."
(Al Imam Al Ghazali)

~Allah..Allah..semoga kita dapat istiqomah dalam beramal dan tidak tertipu dengan apa yang kita miliki..kerana nilai Syurga amatlah tinggi tidak ternilai,pasti maharnya(usaha memperolehi Syurga) juga tinggi..beramallah sebanyak-banyaknya bukan sekadar untuk mengejar nikmatnya Syurga, tapi kerana itulah nilai sebenar kehambaan kita pada Maha Pencipta...Semoga Allah memudahkan jalan kita menuju padaNYA..aminn Ya Rabb..

Sunday, March 14, 2010

Belum sampaikah masanya..

Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.

Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.

Thursday, November 5, 2009

Rendahkan diri dan hati



Telah berkata Al Imam Ibnu Athoillah,
Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan,sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tiada sempurna hasil buahnya.
Tiada sesuatu yang lebih bahaya bg seseorang yang beramal, daripada menginginkan kedudukan dan terkenal di tengah-tengah umum. Dan sesungguhnya sikap ini sebenarnya adalah datang dari keinginan nafsu yang utama.

Rasulullah SAW telah bersabda:
"Siapa yang merendah diri maka Allah akan memuliakannya, dan barangsiapa yang sombong (besar diri), Allah akan menghinanya."

Ibrahim bin Adham r.a. berkata:
Tidak benar-benar bertujuan kepada Allah, siapa yang ingin masyhur(terkenal).

Ayyub Assakh-tiyaany r.a. berkata:
Demi Allah tiada seorang hamba yang sungguh-sungguh ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang,gembira jika ia tidak mengetahui kedudukan dirinya.

Muadz bin jabal ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya sedikit riya itu sudah termasuk syirik. Dan sesiapa yang memusuhi seorang waliyullah bererti telah berperang dengan Allah, dan Allah kasih kepada hamba yang bertaqwa yang tersembunyi (tidak terkenal), apabila ketidaanya tidak dicari, bila hadir tidak dipanggil dan tidak dikenal. Hati mereka sebagai pelita hidayah, mereka terhindar dari segala kegelapan kesukaran."

Abu Hurairah r.a telah meriwayatkan sebuah kisah: Ketika kami di majlis Rasulullah SAW tiba-tiba Rasulullah SAW berkata: Esok pagi akan ada seorang ahli syurga yang bersembahyang bersama kamu. Abu Hurairah berkata:Aku berharap akulah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW itu. Maka pagi2 aku sembahnyang di belakang Baginda dan terus menetap di majlis itu setelah yang lain pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba berkulit hitam datang berjabat tangan dengan Rasulullah SAW sambil berkata: Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid. Maka Rasulullah SAW pun berdoa. Sedang kami pula mencium bau kasturi dari badan hamba itu. Kemudian aku bertanya: Siapakah orang itu? Jawab Nabi SAW:Ya Benar. Ia hamba sahaya dari Bani fulan.

Abu Hurairah berkata: Mengapa tidak kau beli saja dan kau merdekakannya ya Nabiyallah? Jawab Nabi: Bagaimana aku akan dapat berbuat demikian, bila Allah akan menjadikannya seorang Raja di syurga. Hai Abu Hurairah, sesungguhnya di syurga itu ada raja dan orang2 terkemuka. Dia ini adalah salah seorang dari mereka itu. Hai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah kasih kepada makhluknya yang suci hati, yang samar, yang bersih, yang terurai rambut,yang kempis perut kecuali dari hasil yang halal, yang bila masuk mengadap raja-tidak diizinkan, bila meminang wanita bangsawan-tidak diterima, bila tidak ada-tidak dicari, bila hadir-tidak dihirau, bila sakit-tidak dijenguk, bahkan bila mati-tidak dihadiri jenazahnya.

Ketika sahabat bertanya: Tunjukkan kepada kami seseorang dari mereka? Jawab Nabi: Iaitu Uwais Al Qarni, seorang berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sederhana tingginya, selalu menunduk kepalanya sambil membaca Al Quran, tidak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit, andaikan ia bersungguh-sungguih minta sesuatu kepada Allah pasti diberiNya. Di bawah bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai Umar dan Ali jika kamu bertemu padanya, maka mintalah kepadanya supaya dibacakan istighfar untukmu.

(dipetik dari Kitab Al Hikam-Syaikh Ibnu Atho'illah)

Syair Rabiatul Adawiyah:
كلهم يعبدك من خوف النار ويرون النجاة حظا جزيلا

او بان يسكنوا الجنان ويحظوا بقصور ويشربوا سلسبيلا

وانا ليس لى فى النار ولا الجنة رغب انا لا ارضى بحبى بديلا

"Mereka menyembah Mu kerana takutkan neraka, dan beranggapan lepas daripada azabnya satu kejayaan yang besar. Ataupun kerana ingin menghuni syurga dan memperolehi mahligai dan minum air salsabila. Akan tetapi aku bukanlah menyembaMu kerana untuk lepas daripada neraka atau untuk mendapatkan syurga, aku tidak rela cintaku ditukar ganti."

[Merendahlah wahai diri dan hati..moga dikasihi ALLAH Ta'ala dan penghuni langit. Semoga ALLAH Ta'ala menggolongkan diri kita di kalangan para mukhlisin dan muttaqin..aminn Ya Rabb~]


Thursday, September 24, 2009

Dialog Rasulullah SAW dengan Iblis laknatullah

Allah s.w.t. telah memerintahkan seorang Malaikat berjumpa Iblis supaya dia berjumpa dengan Rasulullah s.a.w. untuk memberitahu segala rahsianya; samada yang disukai mahupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan darjat Nabi Muhammad s.a.w. dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahawa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap ke hadrat Rasullullah s.a.w. Hendaklah engkau buka segala rahsia engkau dan apa-apa yang disoal oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan segala suku-suku anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras”.

Demi mendengar sahaja kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah s.a.w. dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah s.a.w. Maka sembah Iblis (alaihi laknat),”Ya Rasulullah! Mengapa tuan hamba tidak mejawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?”

Maka jawab Nabi dengah marah “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau cuba hendak tipu aku sebagimana engkau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutan engkau, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap racun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendita yang telah menanggung sengsara akibat hasutan engkau. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salam engkau saja aku tidak hendak menjawabnya kerana diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendak engkau datang berjumpa aku?”

Sembah Iblis,”Ya Nabi Allah! Janganlah tuan hamba marah. Kerana tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat kenal akan hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanya hamba sedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah hamba berani sembunyikan.”
Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata “Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun nescaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu” Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang aku untuk menyiasat segala perbuatannya agar didengar oleh sekelian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekelian umatku.

Soalan Nabi (1) - “Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuh engkau dan bagaimana aku terhadap engkau?”
Jawab Iblis - “Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini” Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar kerana ketakutan. Sambung Iblis,”Ya Khatamul Anbiya! Adapun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekelian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak salah sepertinya, kecuali diri tuan sahaja yang tidak dapat hamba tiru kerana ditegah oleh Allah. Kiranya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabutkan iktikad anak Adam supaya menjadi kafir kerana tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekelian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba”

Soalan Nabi ke 2 - “Hai Iblis! Betapa perbuatanmu kepada makhluk Allah”
Jawab Iblis - “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pehanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, leka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika temasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang maruah dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari wang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan galang mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglaah rasa riak, takbur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat.”

Soalan Nabi ke 3 - “Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikan engkau? Siapa yang melanjutkan usia engkau? Siapa yang menerangkan mata engkau? Siapa yang memberi pendengaran engkau? Siapa yang memberi kekuatan anggota badan engkau?”
Jawab Iblis - “Sekelian itu adalah anugerah daripada Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takbur menceburkan hamba menjadi sebesar-besar jahat. Tuan lebih tahu bahawa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada sekelian Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekelian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah s.w.t. hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah mencipta lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekelian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kpd hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba berasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah sekelian bidadari. Hamba bertambah dengki dan berdendam kepada mereka. Akhirnya dapat juga hamba tipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dihalau dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahsia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bidaah dan karut-marut. Tetapi apabila tuan lahir sahaja ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahsia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontar dengan anak panah daripada api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan.”

Soalan Nabi ke 4 - “Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu akan manusia?” Jawab Iblis - “Pertama sekali hamba palingkan iktikadnya imannya kepada kafir sama ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berjaya juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemahuan jalan hamba”

Soalan Nabi ke 5 - “Hai Iblis! Jika umatku sembahyang kerana Allah, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis - “Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis solat, hilangkan khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya sentiasa mendengar orang brcakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya sentiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kpd kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman”

Soalan Nabi ke 6 - “Jika umatku membaca Al-Quran kerana Allah, apalah rasa engkau?”
Jawab Iblis - “Jika mereka membaca Al-Quran kerana Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya.”

Soalan Nabi ke 7 - “Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, bagaimana rasa engkau?”
Jawab Iblis - “Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba kerana mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”

Soalan Nabi ke 8 - “Jika umatku berpuasa kerana Allah, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis - “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekelian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menhancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekelian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentera hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut berbanding bulan biasa.”

Soalan Nabi ke 9 - “Hai Iblis! Bagaimana sekelian sahabatku kepada engkau?”
Jawab Iblis - “Sekelian sahabat tuan hamba juga adalah sebesar-besar seteru hamba. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Kerana tuan sendiri telah berkata yang “Sekelian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.” Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan lagi, hamba tidak dapat hampir kepadanya inikan pula setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekelian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertua tuan kerana tuan berkahwin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Saiyidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang akan wajahnya kerana dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana sangat takut. Ini kerana imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan, “JIKALAU adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku” kerana dia adalah orang harapan tuan serta pandai membezakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’. Saiyidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak boleh hampir, kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. Kerana taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya kerana Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,”Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid” Saiyidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut kerana hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka kerana dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menunduk kan kepalanya kepada sebarang berhala. Digelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan tuan sendiri berkata “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Tambahan pula dia menjadi menantu kepada tuan, lagilah hamba ngeri kepadanya.

Soalan Nabi ke 10 - “Bagaimana tipudaya engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis - “Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan iaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat” Yang kedua umat tuan seperti tanah iaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk kedalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba hela ke mana sahaja mengikut kehendak hamba. Jadi dia sentiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba godanya minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia sentiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, cakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur”


Soalan Nabi ke 11 - “Siapa yang serupa dengan engkau?”
Jawab Iblis - “Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam”

Soalan Nabi ke 12 - ” Siapa yang mencahayakan muka engkau?”
Jawab Iblis - “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji”

Soalan Nabi ke 13 - “Apakah rahsia engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis - Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari”

Soalan Nabi ke 14 - “Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis - “Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua kerana kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang.”

Soalan Nabi ke 15 - “Dengan jalan apa boleh menolak tipu daya engkau?”
Jawab Iblis - “Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya.”

Soalan Nabi ke 16 - “Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?”
Jawab Iblis - “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari(bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”

Soalan Nabi ke 17 - “Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”
Jawab Iblis - “Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya celik di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba ulit dia lena hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zohor, asar, maghrib dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk solat”

Soalan Nabi ke 18 - “Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”
Jawab Iblis - “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam”

Soalan Nabi ke 19 - “Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis - “Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”

Soalan Nabi ke 20 - “Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis - “Orang yang taat kepada kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan-pakai mereka selama mereka hidup, kerana tuan telah bersabda,’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’

Ya Allah..peliharalah kami daripada tipu daya syaitan dan dajjal laknatullah.

Saturday, May 9, 2009

Hijab Doa


Dalam sebuah kisah, Ibrahim b. Adham sedang berjalan-jalan di negeri Bashrah. Penduduk Bashrah melihatnya segera datang, dan bertanya,

"Ya Ibrahim, mengapa doa kami tidak dimakbulkan, padahal Allah telah berfirman, 'Apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka katakan bahawa aku dekat. Aku memakbulkan doa orang yang berdoa, apabila ia berdoa kepadaKu...."[Al Baqarah:186]

Lantas Ibrahim menjawab, "Wahai penduduk Bashrah, hal itu adalah kerana HATI kalian TELAH MATI dengan 10 perkara. Jika begitu, bagaimana ALLAH akan memakbulkan doa kalian?" "Ya Ibrahim, apakah 10 perkara itu?" Tanya penduduk Bashrah....

1) Kalian kenal ALLAH tetapi tidak menunaikan hak-hakNYA.
2) Kalian membaca ALQURAN tetapi tidak mengamalkan isi-isinya.
3) Kalian mengakui cintai RASULULLAH tetapi tidak amalkan sunnahnya.
4) Kalian mengakui membenci SYAITAN tetapi menuruti ajakannya.
5) Kalian mengakui ingin masuk SYURGA tetapi tidak memenuhi syarat-syaratnya.
6)Kalian mengakui ingin selamat dari api NERAKA tetapi kalian menjerumuskan diri ke dalamnya.
7) Kalian meyakini kepastian KEMATIAN tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
8) Kalian sibuk membicarakan KEBURUKAN ORANG tetapi kalian mengabaikan keburukan sendiri.
9) Kalian MENGUBURKAN orang mati tetapi kalian tidak mengambil pengajaran daripadanya.
10) Kalian mendapat NIKMAT ALLAH tetapi tidak pernah mensyukurinya.

Monday, March 16, 2009

Selembar Bulu Mata

Pada hari akhirat kelak, ada seorang manusia yang hanya dengan pertolongan selembar bulu mata..Dia dituduh bersalah , menyia2kan umurnya di dunia dengan berbuat maksiat ..Tetapi dia berkeras membantah,

"Tidak..Demi Allah yang menciptakan langit dan bumi.."

"Tetapi saksi2 mengatakan engkau betul2 telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat ...Orang itu menoleh kiri dan kanan dan ke segenap penjuru . Anehnya dia tidak nampak sesiapun sebagai saksi..

Di situ hanya ada dia sendirian..Maka diapun menyanggah, "Manakah saksi2 yang kau maksudkan? Di sini tiada siapa pun kecuali aku dan suaramu.." "Inilah saksi2 itu," ujar malaikat..

Tiba tiba mata angkat bicara, "Saya yang melihat ,"...

Di usul dengan telinga, "Saya yang mendengar,"...

Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium ."...

Bibir mengaku, "saya yang merayu,"....
Lidah menjawab .."Saya yang menghisap ."..

Tangan pula meneruskan, "saya yang meraba .."..
Kaki menyusul, "Saya yang berjalan kearah maksiat itu,"...

"Nah .. kalau aku biarkan , seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu," ucap malaikat..

Perasaan gerun menyelinap segenap ruang tubuh orang itu..Dia bagaikan berputus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dilemparkan ke dalam jahannam . Padahal , rasa rasanya dia telah terbebas dari tuduhan dosa..

Tatkala dia sedang dilanda kesedihan itu..sekonyong konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya, "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi,"...
"Silakan." kata malaikat. "Terus terang saja , menjelang ajalnya , pada suatu tengah malam yang bening, aku pernah dibasahinya dengan airmata ketika dia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya."

"Bukankah Nabinya pernah berjanji, dua mata yang tidak disentuh api neraka; mata yang berjaga pada jalan Allah dan juga mata yang menangis kerana takutkan Allah ."

" Maka saya ,selembar bulu matanya , berani tampil sebagai saksi bahawa dia telah bertaubat sehingga membasahi saya dengan air mata penyesalan ."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu ,orang itu dibebaskan dari neraka dan dihantar ke syurga.

Sebaik menjengah ke pintu syurga , kedengaran suara penghuninya :
"Lihatlah ,Hamba Tuhan ini masuk syurga kerana pertolongan selembar bulu matanya.."

Ya Allah.....


Wednesday, March 4, 2009

Rasulullah Kami Merinduimu...


Diriwayatkan bahawa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah SAW berada di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibrail dan berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehNya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."

Setelah malaikat Jibrail pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Rasulullah SAW lalu mengumpulkan para sahabat baginda, dan menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibrail. Apabila para sahabat RA mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna."

Apabila Abu Bakar RA mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya. Abu BAkar RA pulang ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar RA menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar RA menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain. Maka berkumpullah para sahabat RA di depan rumah Abu Bakar RA dan bertanya: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempurna."

Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat RA maka Abu Bakar RA pun berkata,
"Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesuatu perkara itu telah sempurna maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri Rasulullah menjadi janda." Setelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar RA maka sedarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar RA, lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW tentang kejadian yang mereka saksikan itu.

Berkata salah seorang dari para sahabat RA, "Ya Rasulullah, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar dan kami dapati ramai orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar RA.

Sebaik Rasulullah SAW sampai di rumah Abu Bakar RA, Rasulullah SAW melihat kesemua mereka menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali RA berkata, "Ya Rasulullah, Abu Bakar mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Sebaik sahaja Abu Bakar RA mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pengsan, sementara Ali RA pula mengeletar seluruh tubuhnya, para sahabat yang lain pula menangis sekuat yang mereka mampu. Sehinggakan gunung-ganang, semua malaikat yang ada di langit, cacing-cacing, semua binatang baik yang ada di darat maupun yang ada di laut semua menangis. Kemudian Rasulullah SAW bersalam dengan para sahabat RA satu demi satu dan berwasiat pada mereka.

Pada satu hari, baginda SAW menyuruh Bilal RA azan untuk mengerjakan solat. Para Muhajirin dan Ansar pun berkumpullah di masjid Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menunaikan solah dua rakaat bersama semua yang hadir. Setelah selesai solat, baginda SAW bangun dan naik ke atas mimbar dan berkata: "Alhamdulillah, wahai para muslimin. Sesungguhnya aku adalah seorang nabi yang diutus dan mengajak orang ke jalan Allah dengan izinNya. Dan aku ini adalah sebagai saudara kandung kamu, yang kasih sayang pada kamu semua seperti seorang ayah. Oleh itu, kalau ada sesiapa ada hak untuk menuntut, maka hendaklah ia bangun dan membalasi aku sebelum aku dituntut di hari Qiamat."

Rasulullah SAW berkata sebanyak tiga kali, lalu bangunlah seorang lelaki bernama 'Ukasyah bin Muhshan dan berkata: "Demi ayahku dan ibuku ya Rasulullah, kalau kamu tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali sudah tentu aku tidak mahu mengemukakan ini."

Lalu 'Ukasyah RA berkata lagi: "Sesungguhnya dalam perang Badar aku bersamamu ya Rasulullah. Pada masa itu aku mengikuti unta kamu dari belakang. Setelah dekat, akupun tuun menghampiri kamu dengan tujuan supaya aku dapat mencium paha kamu, tetapi kamu telah mengambil tongkat dan memukul unta kamu untuk berjalan cepat, yang mana pada masa itu akupun kamu pukul pada tulang rusukku. Aku hendak tanya samada kamu sengaja memukul aku atau hendak memukul unta tersebut."

Rasulullah SAW berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal RA, "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fatimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal RA keluar dari masjid menuju ke rumah Fatimah RA sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk dibalas [di qishash]."

Setelah Bilal RA sampai di rumah Fatimah RA maka Bilal RA pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fatimah RA menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Bilal RA menjawab: "Aku Bilal, aku telah diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengambil tongkat baginda. "Kemudian Fatimah RA berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal RA: "Wahai Fatimah, Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fatimah RA lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah?" Bilal RA tidak menjawab pertanyaan Fatimah RA. Setelah Fatimah RA memberikan tongkat tersebut, maka Bilal RA pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal RA maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah RA.

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar RA dan Umar RA tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar RA dan Umar RA maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali RA bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang sentiasa berada di samping Rasulullah oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah". Lalu Rasulullah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan RA dan Husin RA bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah, kamu qishashlah kami sama jika kamu ingin menqishash Rasulullah" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah aku kalau kamu hendak memukul."

Kemudian 'Ukasyah RA berkata: "Ya Rasulullah, anda telah memukul aku sewaktu aku tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah RA melihat tubuh Rasulullah SAW maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Aku tebus kamu dengan jiwa ku ya Rasulullah, siapakah yang sanggup memukul kamu. Aku melakukan begini adalah sebab aku ingin menyentuh badan kamu yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan ku. Dan Allah SWT menjaga aku dari neraka dengan kehormatanmu" Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah di dalam syurga."

Ibnu Mas’ud RA berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah RA. Kemudian baginda SAW memandang kami sambil berlinangan air mata dan bersabda:
"Marhaban bikum, semoga Allah SWT memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah SWT menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah SWT. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah SWT."

Allah SWT berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."
Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal kamu ya Rasulullah? Baginda SAW menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah SWT, ke Sidratul Muntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arasy."

Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan kamu ya Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab: "Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih."

Kami bertanya: "Siapakah yang akan mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis. Kemudian baginda SAW bersabda: "Tenanglah, semoga Allah SWT mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibrail. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Izrail berserta bala tenteranya. Kemudian masuklah kamu dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."

Setelah itu para sahabat RA menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah kamu adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila kamu sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?"

Kemudian Rasulullah SAW berkata,
"Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW pun bermula. Dalam bulan Safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan sering diziarahi oleh para sahabat RA. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah SAW diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin.

Pada hari Isnin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal RA menyelesaikan azan subuh, maka Bilal RA pun pergi ke rumah Rasulullah SAW kemudian memberi salam: "Assalamualaikum ya Rasulullah?" Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah." Lalu dijawab oleh Fatimah RA, "Rasulullah masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal RA mendengar penjelasan dari Fatimah RA maka Bilal RA pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fatimah RA itu.

Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal RA pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal RA telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal RA pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah. Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?"

Setelah Bilal RA sampai di masjid maka Bilal RA pun memberitahu Abu Bakar RA tentang apa yang telah Rasulullah SAW pesankan kepadanya. Ketika Abu Bakar RA melihat ke tempat Rasulullah SAW yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan.

Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat RA dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada Fatimah RA; "Wahai Fatimah apakah yang telah berlaku?." Siti Fatimah RA menjawab: "Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah tidak ada bersama mereka." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali RA dan Fadhl bin Abas RA, lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka Rasulullah SAW pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah SAW melihat kepada orang ramai dan berkhutbah:
"Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah SWT, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia."

Dengan suara terbatas Rasulullah SAW bersabda,
"Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Pesanan ringkas itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah SAW yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar RA menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar RA dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman RA menghela nafas panjang dan Ali RA menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah SAW akan meninggalkan kita semua." Keluh hati semua sahabat RA kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat. Tatkala Ali RA dan Fadhal RA dengan cergas menangkap Rasulullah SAW yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, kalau mampu, seluruh sahabat RA yang hadir pasti akan menahan detik-detik dari terus berlalu.

Setelah itu Rasulullah SAW pun pulang ke rumah baginda. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah SAW masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah SAW sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail, "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaKu."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai seorang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, "Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!" Fatimah RA tidak mengizinkannya masuk, "Wahai Abdullah (Hamba Allah), maaflah, ayahku sedang sakit," kata Fatimah RA yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah RA kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata. Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengari oleh Rasulullah SAW. Baginda SAW bertanya pada Fatimah RA, "Siapakah itu wahai anakku?"

Fatimah RA menjawab: "Seorang lelaki memanggil ayahanda, saya katakan kepadanya yang ayahanda dalam keadaan sakit. Ia memanggil dengan suara yang menggetarkan sukma." Rasulullah SAW lantas berkata; "Wahai Fatimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fatimah RA, "Tidak ayahanda."

"Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fatimah RA tidak dapat menahan air matanya lagi. Setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan bermula, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Fatimah RA maka Baginda SAWpun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fatimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan daku."

Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Rasulullah SAW menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan aku adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau dikau izinkan, kalau dikau tidak izinkan maka aku akan kembali." Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikulmaut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibrail? "Aku tinggalkan ia di langit dunia?" Jawab malaikat Izrail. Baru sahaja malaikat Izrail selesai bicara, tiba-tiba malaikat Jibrail datang dan duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibrail, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?" Jibrail menjawab: "Ya, wahai kekasih Allah."

Rasulullah SAW bertanya lagi: "Wahai Jibrail, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku di sisi Allah SWT" Berkata malaikat Jibrail, "Sesungguhnya semua pintu langit telah di buka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu di langit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah SAW: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti."

Berkata Jibrail: "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud, Sesungguhnya Aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum dikau masuk terlebih dahulu, dan Aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga." Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku."

Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Setelah itu malaikat lzrail pun memulai tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah SAW ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. Apabila ruh baginda SAW sampai ke pusat, dengan perlahan Rasulullah SAW mengaduh "Jibrail, betapa sakit sakaratul maut ini."

Fatimah RA terpejam, Ali RA yang di sampingnya menunduk semakin mendalam dan Jibrail mengalihkan pandangannya dari Rasulullah SAW. Melihatkan telatah Jibrail itu maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibrail, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibrail berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?"

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah SAW merintih kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat sungguh maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali RA segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat RA saling berpelukan. Fatimah RA menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali RA kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah SAW yang mulai kebiruan.

Ali RA berkata:
"Sesungguhnya Rasulullah ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan aku meletakkan telinga, aku dengan Rasulullah berkata: "Umatku, umatku." Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW Rasulullah SAW wafat pada hari Isnin 13 Rabiul Awal.



Berkata Anas RA: "Ketika aku lalu di depan pintu Aishah, ku dengar dia sedang menangis sambil mengatakan: "Wahai orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang yang keluar dari dunia dari perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'iir"

Telah bersabda Rasulullah SAW bahawa: "Malaikat Jibrail telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Allahuma sholi’ala Muhammad
Ya Robbi sholi’alaihi Wassalim..


sesungguhnya kami sangat merinduimu Ya Rasulullah..Ya Habiballah..

“Maka mereka yang beriman dengannya (Muhammad), membesarkannya dan membantunya dan mengikuti cahaya (Al-Qur’an) yang diturunkan bersamanya. Mereka itulah yang mendapat kejayaan.”

(Surah Al-A’araf, ayat 157).


“ Tidak sempurna iman seseorang daripada kalangan kamu sehingga adalah aku terlebih dikasihinya daripada dirinya, hartanya, anaknya dan sekelian manusia.” ( al-Hadis ). Firman Allah ta’ala, “ Katakanlah kepada kaummu, jika sekiranya kamu mencintai Allah, ikutilah aku, nescaya Allah mencintai kamu.” (Ali-Imran:31)


Sunday, February 22, 2009

HAD dalam HAK


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Sewaktu kelas fermentasi industri a.k.a. industrial fermentation berjalan pagi jumaat lps ana tertarik dengan satu isu menarik yang dibawa kali ini oleh profesor. Profesor yang mengajar ana itu adalah seorang yang cukup berpandangn jauh dan sgt bijak berkata2 serta tinggi ilmunya. Walaupun mmberi kami kuliah berkaitan sains namun isu-isu semasa yang membuka minda xpernah beliau lupa untuk diselitkan. Sbb itulah ana seronok belajar dengan profesor(dirahsiakan namanya..hehe) ini.

Sebelum2 ini beliau banyak mengaitkan dengan isu Gaza dimana dalam usaha menerangkan proses2 yang berlaku dalam kitar yang melibatkan mikrob dia juga mengajak kami berfikir tentang keadaan yang berlaku di Gaza. Syukur alhamdulillah sekurang-kurangnya ia membuka minda dan mengingatkan kami sentiasa. Dan isunya pasti akan menyentuh pintu hati sesiapa untuk mengakui kebenaran yang terdapat di dalam agama Islam.

Pada kuliah pagi itu beliau mengajar kami tentang fasa2 dalam kitar hayat sesuatu mikrob. Sambil2 itu beliau mengajak kami berfikir tentang kitar hidup kita sebagai manusia. Beliau mengatakan bahawa kebanyakan saintis dan ilmuwan barat menafikan adanya perkara2 yang akan berlaku selepas kematian, namun kajian mereka dalam kitar hayat mikrob pula sebaliknya. Pada fasa terakhir iatu fasa pegun merupakan kematian bagi sel-sel mikrob,namun pada fasa ini jugalah berlakunya penghasilan metabolit sekunder. Contohnya seperti antibiotik. Meskipun mikrob telah mati namun penghasilan metabolit ini akn terus meningkat. Profesor mengaitkan ini dengan kehidupan manusia, dimana tidak semestinya kematian itu merupakan penutup bagi segala sesuatu seperti yang dipegang oleh para ilmuan barat. Mereka menafikan wujudnya alam seperti yang diimani oleh umat islam iaitu alam barzakh , kiamat. Bagi mereka mati adalah penamat dan tiada apa2 makna selepas itu.

Itulah yang menjadi pegangan golongan Atheis yang tidak mempercayai sebarang agama di dunia. kewujudan fahaman ini dipelopori golongan cendekiawan barat yang berfikir sekadar jangkauan akal mereka tanpa mahu menjadikan Al Quran sebagai petunjuk. Mereka menolak hakikat sebenar yang ternyata terlalu banyak bukti2 yang boleh menjadi hujjah menentang mereka. Lihat saja pada penciptaan alam dan organisma2 yang hidup secara teratur. Betapa besar dan agungnya kuasa Tuhan yang menjadikannya. Tidakkah mereka mahu berfikir?Jawapannya pasti tidak bagi mereka. Sekadar menegakkan benang yang basah semata2 memenuhi kerakusan nafsu mereka sendiri.

بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٍ۬‌ۖ فَمَن يَہۡدِى مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُ‌ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّـٰصِرِينَ (٢٩

Orang-orang yang zalim itu (tidak berfikir), bahkan menurut hawa nafsu mereka (melakukan syirik) dengan tidak berdasarkan pengetahuan. Maka tiada sesiapa yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan oleh Allah (disebabkan bawaannya sendiri) dan tiada pula bagi mereka sesiapa yang dapat menolong melepaskan mereka dari azab.

(Ar Rum, 30:29)

Profesor bertanya pula pada kami, dalam kes Elizabeth Wong (adun PKR yang disebar gambarnya tanpa pakaian) adakah dia yang bersalah atau pihak yang menyebar itu ?Ade juga dua tiga orang yang mengatakan dia tidak salah dimana 2 daripadanya adalah pelajar cina. Dia memberi alasan kerana itu adalah haknya. Profesor menerangkan memang dia tidak bersalah kerana itu adalah hak nya, lingkungan yang dimiliki olehnya maka bebaslah untuk dia mencorakkan bagaimana bentuknya lingkungannya itu. Namun tidakkah kita terfikir bahawa terdapat makhluk lain yang turut berada di dalam lingkungannya itu?dia tidak hidup hanya sendirian meskipun itu adalah lingkungannya sendiri. Ia turut meliputi teman lelakinya, keluarganya bahkan rakyat di sekitar kawasan adun nya. Dan ternyata sebenarnya dia bersalah kerana tidak memikirkan had di dalam mencorakkan ruang lingkup haknya. Tidakkah dia berfikir bahawa akhlak dan moral yang baik sepatutnya ditunjukkan lantaran dia adalah seorang ahli politik yang dikenali rakyat. Kehidupannya yang tanpa had itu ternyata akan memberikan gambaran yang buruk pada rakyat terhadap dirinya sebagai seorang pemimpin.


Inilah yang dikatakan sebagai HAD di dalam HAK. Setiap perkara dalam hidup akan menjadi teratur andai kita tahu batasan hadnya. Dalam pergaulan ada hadnya,berpakaian ada hadnya. Masa kita seharian 24jam juga ada hadnya dimana Allah Ta'ala telah memerintahkan untuk kita menunaikn 5 waktu solat untuk melancarkan lagi perjalanan hidup seharian,hikmahnya bekerja terus-terusan tanpa henti pastinya akan melemahkan kita dan mengundang masalah tekanan dalam jiwa. Begitulah indahnya peraturan Allah Ta'ala, bukti kasih sayangNYa yang Maha Agung terhadap hamba2 dan makhluk ciptaannya. Kehidupan kita sebagai manusia juga mempunyai hadnya, apabila tiba masa yang telah dijanjikan kita semua akan kembali menghadap Ilahi.

كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَڪُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَ‌ۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ (١٨٥

Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati dan bahawasanya pada hari kiamat sahajalah akan disempurnakan balasan kamu. Ketika itu sesiapa yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke Syurga maka sesungguhnya dia telah berjaya dan (ingatlah bahawa) kehidupan di dunia ini (meliputi segala kemewahannya dan pangkat kebesarannya) tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya. (Al 'Imran, 3:185)





Thursday, February 5, 2009

Nilai kasih Allah Ta'ala

Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh...
Alhamdulillah syukur yang tak terhingga ku panjatkan pada ILAHI yang masih lagi memberi peluang buat diri ini mengecap nikmat2 yang tak terhingga banyaknya.

Baru saja semalam ana telah diberi peluang oleh Allah Ta'ala untuk merasakan satu pengalamn yang memberi kesan yang mendalam di hati ini, di mana ana telah dimarahi oleh seorang pensyarah hingga ter menangis di hadapannya. Waktu itu yang mampu ana ucapkan pada beliu hanya lah 'maafkan saya Dr.' Apepun semuanya memang kesalahan ana sendiri, cuai dan lalai dalam perkara yang amat penting iaitu mendaftar subjek. Tanpa subjek itu ana mungkin tidak akan dapat grad pada bulan 6 ini. Selepas keluar dari bilik beliau ana terus balik ke bilik lantaran air mata yang terus terus mengalir tanpa dapat dihentikan lagi. Niat asal mahu terus stay di makmal untuk meneruskan sedikit kerja2 yang tertangguh terpaksa dibatalkan.


Walaupun sangat sedih dengan apa yang berlaku ana tidak akan putus asa. Teringat kembali amanat Dr tersebut yang mengisyaratkan ana agar meminta sokongan mentor selaku academic advisor merangkap supervisor tesis,selepas itu barulah dia akan bersetuju untuk mendaftarkan ana dalam kursus itu. Alhamdulillah malam itu ana habiskan masa dengan membuat surat pada Prof dan merangka apa yang akan ana katakan pada beliau esok. Alhamdulillah jua kupanjatkan kesyukuran tak terhingga,Allah masih lagi memberi semangat dalam diri ana untuk terus berusaha, ditambah dengan semangat yang diberi oleh sahabat2 mulia ana, Ukhti Hidayah, Ukhti Izati, Ukhti Fida dan kak Noza menguatkan lagi azam ana untuk terus mencuba. Syukran lakum atas doa kalian. Jazakumullah khairan kathiro...hanya Allah Ta'ala sahaja yang dapat membalas nya.

Dan sesungguhnya Allah itu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pada hambaNYa. Apetah lagi disaat hambaNya merintih mengharapkan pertolongan hanya padaNya, bagaimana mungkin Sang Ar Rahim pemilik segala sifat kasih sayang tidak mendengar dan mengasihani hambaNya itu. Ingat lah walau sebesar mana ujian yang Allah Ta'ala berikan buat kita sesungguhnya pertolongan Allah itu jua adalah yang paling hampir.

"Ingatlah,sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat"(Al Baqarah 214)

Pagi itu sebaik sahaja ana berjumpa Prof(mentor) dia dahulu yang bertanyakan adakah ana pelajar yang tidak mendaftar kursus lagi. Rupa-rupanya Allah Ta'ala telah melembutkan hati Dr tersebut dgn asbab mungkin Dr tersebut merasa kasihan pada ana(selepas tengok ana nagis..hehe). Lalu dia sendiri yang telah menghubungi Prof tersebut dan alhamdulillah dengan mudahnya Prof telah memberi sokongan dan sedikit nasihat umpama seorang bapa kepada sang anaknya yang telah melakukan kesilapan.(alfatihah untuk arwah abah).

Dan yang lebih membuatkan ana terharu adalah bila ana berjumpa semula Dr yang memarahi ana semalam dia meminta maaf pada ana atas sikapnya semalam dan kerana berlaku sedikit salah faham. Ana rasa sangat2 terharu kerana ana lah yang bersalah sebenarnya dalam hal ini namun dgn kuasa Allah Ta'ala yang Maha Pengasih membuatkan hatinya jadi lembut berlainan daripada semalam. Syukru LiLLAHhi Ta'ala..

Begitulah besarnya kasih sayang Allah Ta'ala pada kita sebagai hambaNya. Setiap ujian yang datang buat kita sebenarnya tanda sayangNya pada hamba2 nya yang selalu lalai dan lupa padaNya. Ana sungguh tersentuh dengan apa yang berlaku,terasa Allah Ta'ala sangat hampir pada diri kita dan memerhatikan kita setiap saat,mendengar rintihan hambaNya yang lemah. Malu sungguh rasanya diri ini, walau banyak sungguh rasanya dosa dan maksiat yang bertimbun2 namun Allah Ta'ala masih sudi lagi memberi pertolongn Nya. Rasa sungguh2 malu dan kerdil di hadapanNya.

Hikmah yang dapat ana renungi buat hati kali ini adalah untuk tidak putus asa dalam usaha mendapatkan rahmat Allah Ta'ala. Sentiasa berbaik sangka atas setiap musibah yang datang dan berharap sepenuhnya pertolongan pada Dia. Jika direnung layakkah kita meminta2 pada selain darpadaNya? Dia lah yang mendatangkan musibah dan semestinya Dia jugalah yang mempunyai
penawar dan jalan penyelesaian bagi musibah tersebut.


Sebagai seorang hamba, harus berbaik sangka pada Rabbnya, menunggu karunia dariNya dan mengharapkan kebijaksanaanNya.
Karena siapapun yang berada dibawah otoritas kata 'Kun', maka harus percaya kepada janjiNya.
Tak seorangpun yang dapat memberikan kebaikan keculi Dia.
Tidak pula seorngpun yang dapat menghentikan bahaya kecuali Dia.
Di dalam setiap jiwa, Dia telah menentukan kebijaksanaan.
Dalam setiap gerakan ada hikmah.
Dan setiap saat Dia memberikan jalan keluar.

Tuesday, February 3, 2009

Tiket ke syurga

Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.
Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.
“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”
“Apa yang sudah anda lakukan?”
“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”

“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”
Pemuda itu diam…lalu berkata,
“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”
“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”

“Saya sendiri…hmmm….”
“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”
“Benar tuan…”
“Saya tidak pasti kamu boleh masuk ke syurga. Kalau pun masuk kamu malah akan tersesat disana…”

Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.
“Mana mungkin di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.
“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”
“Toloong jelaskan…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”


“Kenapa?”
“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”
“Saya ikhlas, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”
“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengagungkankan amal ibadah anda? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini?”

Pemuda itu duduk lemah, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.
Dalam kondisi setengah kecewa, Sang sufi menepuk bahunya.
“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berjya masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang sengsara atau orang yang bahagia?”

“Saya harus bagaimana tuan…?”

“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridho dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”

Pemuda itu semakin pening antara tahu dan tidak.

“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka bersama Allah"


____________________________________________________________________________________

~secebis kisah yang dipetik dari sebuah blog yang ana dah xingat namanya.wallahu'alam bisswab.

ape yg ana boleh simpulkan dr kisah ini adalah untuk kite sentiasa muhasabah...hatta dalam keadaan kite melakukan ketaatan sekalipun belum menjamin untuk sampai amalan itu pada Allah Ta'ala.

Kisah diatas adalah sangat berkaitan dengan perkara 'ghurur' yang telah dibahaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali dalam kitab masyhur karangn beliau iaitu Ihya' Ulumiddin, Dalam bab ghurur telah diterangkan bahawa ia adalah golongan mereka2 yang menyangka bahawa jalan yang mereka lalui adalah jalan yang menuju Ilahi padahal mereka telah tertipu oleh tipu daya syaitan yang menimbulkan rasa sudah baik dan bagus lantaran amalan yang telah mereka perbuat.

(ana pun baru tau ni,syukran pada sahabat ana ukhti Illi yg mmberi ana assignment mencari tentang ghurur ni..hehe)

Orang kafir dan para munafik adalah sebagian contoh dari sekian banyak contoh korban sifat ghurur. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى جَاءَ أَمْرُ اللهِ وَغَرَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: ‘Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?’ Mereka menjawab: 'Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu’.” (Al-Hadid: 14)


Untuk mengetahui dengan lebih mendalam eloklah dipelajari dengan mereka yang arif, apa yang ana timbulkan disini hanyalah sekadar pengertian secara mudah. Ana pun berazam untuk mendalami kitab Ihya' Ulumiddin ni nanti...insyaAllah.

Apa yang penting adalah seimbangkan setiap amalan kita dengan keikhlasan semata2 kerana Allah Ta'ala. Janganlah kita beribadat sekadar nya untuk mengelakkn diri daripada azabnya atau beramal sebanyaknya dgn harapan mmperoleh syurga tanpa mendasarkan kepada Allah Ta'ala.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu.” (Asy-Syams: 9)



Oleh itu sentiasalah kita berwasapada pada segala tipudaya syaitan dengan menanamkan sungguh2 kecintaan,ketakutan dan pengharapan yang sebenar2nya hanya pada Allah Ta'ala.