Wednesday, July 21, 2010

Nasihat Buat Para Pencari 'Ilmu

Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Ketahuilah, salah seorang murid Al Ghazali yang telah menyertai gurunya selama bertahun-tahun bertanya-tanya kepada dirinya. Ia berguru, menemani dan melayani gurunya dalam waktu yang cukup lama. Berbagai ilmu dan pengalaman spiritual telah diperolehnya, tetapi ia masih merasa ragu terhadap dirinya. Ia berkata kepada dirinya, "Saya telah membaca berbagai macam ilmu. Usiaku habis untuk belajar dan mengumpulkan bermacam-macam ilmu. Hingga sekarang saya tidak mengetahui ilmu yang mana yang bermanfaat bagiku dan menemaniku kelak di alam kubur. Saya juga tidak tahu ilmu mana yang tidak bermanfaat bagiku sehingga saya harus meninggalkannya. Padahal Rasulullah saw. telah berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung denganMu dari ilmu yang tidak bermanfaat."

Ia terus berpikir dan berpikir sampai akhirnya memutuskan untuk menulis surat kepada gurunya, Al Ghazali. Ia mengadukan kepadanya kegelisahan hatinya dan meminta nasihat. Ia memang mengaku sudah banyak memperoleh pelajaran dari gurunya, tetapi yang dicari belum ditemukan. Salah satu ucapan yang disampaikan kepada gurunya adalah sebagai berikut: "Beberapa buku karangan Syekh, seperti Kitab Ihya’ dan kitab-kitab yang lain memang sudah menjawab masalah saya. Akan tetapi, maksud saya di sini adalah agar Syekh menuliskan untuk saya nasihat yang tertulis hanya dalam beberapa lembar kertas. yang saya bisa membawanya sepanjang hidup saya dan mengamalkannya."
Kemudian Al Ghazali menulis jawaban. Surat itu kepada muridnya sebagaimana berikut.

Ilmu adalah Untuk Diamalkan

Ketahuilah, wahai anakku yang mulia dan sahabat yang ikhlas, - semoga Allah menetapkan ketaatanmu kepadaNya dan melangkahkan kakimu dijalan para kekasihNya-, Sesungguhnya tebaran nasihat ditulis dari risalah Rasulullah saw. Jika nasihat dari Baginda telah sampai kepadamu, maka nasihat apa lagi yang kamu perlukan dariku. Jika belum sampai, maka katakan kepadaku apa yang telah kamu peroleh selama bertahun-tahun ini dari ilmu yang telah kau raih? Sementara pada saat yang sama engkau habiskan waktumu mencari ilmu itu.

Wahai Anakku di antara nasihat Rasulullah saw. yang sangat berharga adalah sabda Baginda ini:
"Tanda-tanda Allah berpaling dari hambaNya adalah kesibukan hamba itu dengan sesuatu yang tidak berarti. Jika seseorang sesaat saja dari usianya hilang untuk sesuatu yang tidak berguna bagi tujuan penciptaannya, maka patut baginya mendapatkan kerugian yang panjang: dan barangsiapa telah melewati 40 tahun dan kebaikannya tidak mengalahkan kejelekannya, maka bersiap-siaplah ke neraka."

Nasihat ini sudah cukup bagi orang yang benar-benar ahli ilmu. Wahai Anakku, urusan nasihat sangat mudah, yang susah adalah menerima nasihat. Kerana menerima nasihat bagi hawa nafsu terasa pahit, sementara larangan-larangan itulah yang disukai oleh sebahagian besar manusia, khususnya bagi orang yang hanya sibuk mencari ilmu, dimana ilmunya tersebut digunakan hanya untuk memperoleh keagungan dan kemulian dunia. Dengan upayanya mencari ilmu itu - dia hanya bertujuan untuk mendapatkan ilmu semata - bukan untuk diamalkan - agar ilmu tersebut dinisbatkan kepadanya.

Dengan demikian orang akan berkata "Si Fulan seorang yang berilmu (sarjana, master, doktor dll -pentj) dan mulia". Orang yang terakhir ini hidupnya hanya sibuk mengurusi nafsu dan memasuki lorong-lorong kehidupan dunia. Ia mengira bahwa dengan mendapatkan ilmu semata, kehidupannya akan selamat dan terlepas dari kesengsaraan. Ia tidak perlu beramal. Ini adalah keyakinan para filosofi( ahli falsafah/Muktazilah). Mahasuci Allah. Ia tidak mengetahui ketentuan ini ketika sudah mendapatkan ilmu dan tidak mengamalkannya, ia justru berhujjah dengan sekian banyak dalil yang memperkuatkan pandangannya bahwa ilmu untuk ilmu, bukan untuk amal. Rasulullah saw. bersabda:
"Manusia yang mendapatkan azab paling berat di akhirat adalah orang yang berilmu yang Allah tidak memberinya kemanfaatan atas ilmunya."

Imam Ahmad dan al-Bayhaqi meriwayatkan dari Mansur Ibn Zadan yang berkata, "Telah sampai kabar kepada kami, bahwa apabila orang berilmu tidak memperoleh manfaat dari ilmunya itu, para penghuni Neraka berteriak karena mencium baunya yang busuk. Mereka—para penghuni neraka itu— berkata kepadanya, "Apa yang telah kamu perbuat, wahai orang jelek? Kamu telah mengganggu kami dengan baumu yang busuk. Apakah tidak cukup bagimu rasa sakit dan keburukan kami?" Orang yang berilmu itu menjawab, "Dulu, aku ini orang berilmu, tetapi aku tidak memperoleh manfaat dari ilmuku."

Diriwayatkan bahwa Al Junaidi setelah wafat memperlihatkan dirinya dalam tidurku(mimpi), lalu ditanyakan kepadanya, "Apa kabar. hai Abu Al Qasim (panggilan Al Junaidi)?" Ia menjawab, "Semua ungkapan (ilmu) telah rusak dan isyarat-isyarat (ilmu yang lebih dalam) juga musnah. Tidak ada yang memberi kami manfaat kecuali rakaat-rakaat yang kami rukuk di tengah malam."

Wahai Anakku, Janganlah kamu menjadi orang yang muflis sebab amalmu, dan jangan pula batinmu dalam keadaan kosong dari dzikir pada Allah. Yakinlah bahwa ilmu semata tidak mungkin boleh diharapkan semata-mata.

Contohnya, seandainya seorang laki-laki gagah di tengah gurun sendirian memiliki sepuluh pedang India yang sangat kuat dan beberapa harta lainnya. Laki-laki itu dikenal pemberani dan pahlawan perang.

Kemudian seekor singa yang sangat besar menghampirinya dan mahu menerkamnya. Apa pendapatmu, apakah senjata-senjata yang hebat itu mampu mencegah laki-laki itu dan terkaman singa jika ia tidak menggunakan dan menghantamkannya kepada singa? Sudah pasti senjata-senjata itu tidak mampu melindunginya kecuali dengan digerak-gerakkan.

Demikian juga jika seseorang telah membaca 100000 masalah ilmiah dan berhasil menguasainya, tetapi tidak mengamalkannya, maka ilmu-ilmu itu tidak akan memberinya manfaat kecuali dengan mengamalkannva.

Contoh lain. jika seseorang sakit kuning, dan ia mengetahui bahwa kesembuhannya hanya dengan ubatan tertentu, maka ia tidak mungkin sembuh kecuali dengan meminum ubat itu.

Seandainya kamu telah belajar puluhan tahun, membaca banyak buku dan menguasai berbagai macam ilmu, lalu kamu menyimpan kitah-kitab sebagai bahan koleksi pribadi, maka semua itu tidak akan menolong dan menjadikanmu mendapatkan manfaat kecuali dengan mengamalkannya.

Allah swt. berfirman:

"Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."
(QS. Al Najm: 39).


"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh." (QS. Al Kahfi: 110).

"Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan."
(Qs. Al Taubah: 82).


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh. bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya. mereka tidak ingin berpindah darinya." (QS. Al Kahfi: 107-108).

"Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh." (Qs. Al Furqan: 70).

Apa pula pendapatmu tentang hadis berikut ini:

"Islam dibangun di atas lima [dasar]: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utuisan Allah, menegakkan shalat., mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadlan, dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu [menempuh] perjalanan ke sana."

Iman adalah diucapkan dengan lidah, dibenarkan dengan hati dan dilakukan dengan organ-organ tubuh. Ini merupakan antara dalil yang menunjukkan keharusan beramal bagi orang yang menganggap bahawa seseorang boleh sampai ke syurga berkat keutamaan dan kemuliaan Allah. Akan tetapi, hal ini hanya mungkin tercapai setelah orang itu melakukan ketaatan dan beribadah kepadaNya, karena rahmat dan keutamaan Allah hanya untuk orang-orang yang mendekati kebaikan. Yakni golongan orang baik.

Seandainya dikatakan pula bahwa syurga bisa dicapai dengan iman semata, maka kami jawab, "Benar, tetapi sampai bila?" Berapa banyak rintangan yang menuju surga yang harus ditempuh jika benar-benar ingin sampai. Ujian pertama adalah ujian iman. Apakah iman yang dimilikinya berjaya dipertahankan dan tidak tercabut dari hatinya, atau sebaliknya? Jika imannya selamat, apakah ia termasuk orang yang khianat atau muflis?

Hasan Basri berkata. "Allah pada hari kiamat akan berkata kepada hamba-hambaNya, "Masuklah, hai hamba-hambaKu ke syurga sebab rahmatKu dan berbahagialah kamu dengan amalmu."

Wahai Anakku, selama kamu tidak beramal, maka kamu tidak mendapatkan upah (pahala).
Dikisahkan bahwa seorang pemuda Bani Israil telah menyembah Allah selama 70 tahun. Allah swt. ingin memperlihatkannya kepada para malaikat, Maka diutuslah satu malaikat untuk memberikan kabar kepadanya bahwa ibadah yang selama ini dilakukannya belum menjadikannya layak masuk surga. Ketika kabar itu diterimanya, ia menjawabnya demikian. "Kami memang diciptakan untuk ibadah. Karena itu, kami harus menyembahNya." Ketika malaikat itu kembali dan menghadap Allah, ia mengadu, "Tuhanku, Engkau lebih tahu atas apa yang ia katakan." Allah pun menjawab, "Jika ia tidak berpaling dari beribadah kepada Kami, maka Kami bersama kemuliaan Kami tidak berpaling darinya. Saksikanlah, hai malaikat-malaikatKu, sesungguhnya Aku telah mengampuninya."

Rasulullah saw. bersabda:
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah amal kalian sebelum (amal)kalian ditimbang."

Ali bin Abi Thalib ra berkata, "Barangsiapa mengira bahwa dengan tanpa amal boleh sampai ke surga, maka ia seorang pengangan-angan (pengkhayal). Barangsiapa mengira bahwa ia boleh sampai ke syurga hanya kerana amalnya, bererti ia adalah orang yang tidak merasa perlu akan rahmat Allah."

Al Hasan berkata, "Mencari surga dengan tanpa amal adalah satu di antara dosa-dosa [besar]." la juga berkata, "Tanda kebenaran yang hakiki adalah meninggalkan perbuatan yang memperhatikan amal dan bukan meninggalkan amal."

Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang cerdik adalah orang yang jiwanya dekat (pendek) dan beramal untuk sesuatu sesudah mati. Orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsu dan mengangan-angankan Allah dengan angan-angan."
(Al Imam Al Ghazali)

~Allah..Allah..semoga kita dapat istiqomah dalam beramal dan tidak tertipu dengan apa yang kita miliki..kerana nilai Syurga amatlah tinggi tidak ternilai,pasti maharnya(usaha memperolehi Syurga) juga tinggi..beramallah sebanyak-banyaknya bukan sekadar untuk mengejar nikmatnya Syurga, tapi kerana itulah nilai sebenar kehambaan kita pada Maha Pencipta...Semoga Allah memudahkan jalan kita menuju padaNYA..aminn Ya Rabb..

Monday, July 19, 2010

Majlis Haul Saiyidatina Khadijah Kubra

untuk keterangan lanjut dan aturcara majlis klik disini
Semoga ALLAH memudahkn kita untuk hadir ke majlis zikir dan ilmu ini. Semoga majlis berjalan lancar dan diberkati ALLAH Ta'ala.InsyaAllah. (:

Tuesday, July 13, 2010

Majlis Kuala Lumpur Berselawat


Assalamualaikum warrah matullahi wa barakatuh,

InsyaALLAH majlis Kuala Lumpur Berselawat ini akan diadakan di Masjid Asy Syakirin KLCC, pada 18Julai 2010. Aturcaranya adalah seperti di poster berikut:



(klik pada gambar untuk maklumat lanjut)



~mari sama2 kita meriahkan sambutan ini dan menghadirkan diri ke majlis ilmu dan zikir ini yang akan diserikan juga dengan kehadiran seorang ulama' tasauf dari Madinah iaitu Dr. Syeikh Mahmud Al Marghalani Al Husaini. Semoga majlis ini di berkati ALLAH SWT dan semua yang terlibat mendapat syufa'at
kekasihNya, Rasulullah s.a.w...(: ALLAHUMMA Solli 'ala MUHAMMAD wa ali MUHAMMAD..Ameen Ya Rabb al 'alameen

Tuesday, June 15, 2010

That's not hijab


That's Not Hijab

Funny and entertaining yet very 'ilmiah also. :)
A short reminder for myself and muslim sisters out there. Let's follow what ALLAH SWT has guide us in the Al Quran and Hadith,by covering our hair n body(aurat) properly and protect our modesty. Learn what is permissible and what is not and don't ever let ourself being affected by the other culture like others followed(esp in Western).

“In our culture, not one part of a women's body is left untouched, unaltered. No feature or extremity is spared the art, or pain, of improvement. Hair is dyed, lacquered, straightened, permanented; eyebrows are plucked, pencilled, dyed; eyes are lined, mascaraed, shadowed; lashes are curled or false- from head to toe, every feature of a woman's face, every section of her body, is subject to modification, alteration." (Dworkin, 1974, p.112)


We choose what we want to do with our body but by the guidance from ALLAH SWT. Nothing wrong if you want to be good looking but there are boundaries. Allah Is The Most Beautiful and He also love beautiful things. But don't let the feelings to be attracttive and get as much attention as you could, end up in damaging yourself. In Islam the status of women have been uplifted since zaman Jahiliyyah. No double standard or gender violence to women as what some people accuse. They are just been blinded by the fact that it is their culture that abuse,manipulate women for their own. So let's follow every rules and be grateeful to ALLAH SWT. Islam is the perfect way of life. Just remember, ALLAH SWT knows what best for us.:)

And tell the believing women to lower their gaze and be modest, and to display of their adornment only that which is apparent, and to draw their veils over their bosoms, and not to reveal their adornment save to their own husbands or fathers or husbands' fathers, or their sons or their husbands' sons, or their brothers or their brothers' sons or sisters' sons, or their women, or their slaves, or male attendants who lack vigour, or children who know naught of women's nakedness. And let them not stamp their feet so as to reveal what they hide of their adornment. And turn unto Allah together, O believers, in order that ye may succeed.
(An Nur:31)



Monday, June 14, 2010

Alhamdulillah bertemu lagi Bulan Haram (Rejab) yang dirindui

Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Alhamdulillah Syukur dipanjatkan ke hadrat ALLAH SWT dengan Qudrat dan Iradat Zat-NYA Yang Maha Agung menetapkan kita untuk ke sekian kalinya bertemu lagi dengan bulan Rejab yang mulia ini. Subhanallah wa bihamdih Subhanallahil 'azim.
Atas Rahmat ALLAH SWT jualah dipertemukan kita dengan bulan Haram yang mulia ini. Semoga dengan kehadiran bulan ini yang penuh dengan Barokah dan Rahmah ini,ALLAH SWT sentiasa memudahkan kita untuk beramal ibadah serta melapangkan jalan untuk kita lebih hampir agar sampai perjalanan kita menuju ALLAH SWT.

Mudah-mudahan juga kita tidak digolongkan ALLAH SWT diantara golongan yang terus lalai dan terlepas peluang beramal di bulan mulia ini. Baru-baru ini kita di kejutkan dengan peristiwa serangan Yahudi Zionis laknatuLLAH ke atas flotilla kemanusiaan Turki, Hikmahnya, ia telah berjaya membuka mata dan hati ramai pihak tentang sikap sebenar kaum yang dilaknat ALLAH SWT ini. Namun begitu sekali lagi ALLAH ingin menguji kita, kehadiran Piala Dunia FIFA World Cup rupanya kembali melalaikan umat dan membuatkan ramai orang lupa pada nasib saudara kita di bumi barokah Palestin apatah lagi kehadiran bulan Rejab yang mulia ini. Begitu licik sekali rancangan golongan kuffar ini dalam usaha menutup kejahatan yang mereka telah lakukan.

Apakah kita masih sanggup bersorak gembira menonton bola di saat saudara kita ada yang meraung meratap kehilangan ahli keluarga? Apakah kita masih sanggup bersengkang mata dan berhabis duit semata-mata untuk hawa nafsu di saat saudara2 kita masih ada yang bersengkang mata mencari rezeki dan berikat perut menahan kelaparan? Apakah kita tidak sedar nikmat yang ALLAH SWT kurniakan itu semua hanyalah pinjaman dan bila2 masa sahaja akan hilang dengan keizinan-NYA?Lebih malang jika kita bukan saja melupakan saudara kita bahkan juga melupakan ALLAH SWT. Naudzubillahi minzalik.

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa akan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa akan diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik (Al-Hasyr: 19)

Amalan Yang Digalakkan

Antara amalan yang digalakkan adalah berpuasa,bersedekah,banyakkan solat sunat rawatib, Dhuha, Witir, Tahajjud serta Tasbih, berzikir dan bertasbih sebanyak-banyaknya serta bertaubat beristighfar dan berdoa kerana bulan Rejab adalah bulan pengampunan dan bulan mustajab doa. Sabda Nabi SAW: "Bertaubatlah kamu sekalian pada Tuhanmu dan minta ampunlah dari segala dosamu dan jauhilah segala perbuatan maksiat di dalam bulan Haram iaitu bulan Rejab."

Digalakkan bagi orang mukmin beristighfar sebnayak 70 @ 100 kali dalam sehari, sekurangnya dengan istighfar, Astaghfirullahal 'azim wa atubu ilaih.
Digalakkan juga untuk berdoa untuk kedua-dua ibu bapa pada bulan ini dan digalakkan berdoa dengan doa Rasulullah SAW:

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَان

Allahuma Barik lana fi Rajaba wa Sha’bana wa ballighna Ramadhan
"Ya Allah Berkatkanlah kami dalam bulan Rejab dan Syaaban, dan ketemukanlah (sampaikanlah) kami dengan bulan Ramadhan."
(Doa Rasulullah SAW)


Marilah kita bermuhasabah kembali dan memohon ampunan ALLAH SWT dengan sebanyak2nya dengan kehadiran bulan yang mulia ini. Rebutlah peluang beramal sebanyak-banyaknya sebagai tanda syukur kita atas segala nikmat yang diberi serta pemangkin untuk kita membaiki diri menjadi lebih baik di pandangan ALLAH SWT. Belum tentu lagi kita akan bertemu Rejab yang seterusnya dan belum tentu kita masih sempat berada di bulan Syaaban dan Ramadhan depan. Astaghfirullah al'azim wa atubuilaih walahaula wala quwwatailla billahil'azim.

Thursday, June 10, 2010

Redha ALLAH atau redha manusia?


Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari, Lukman Al Hakim mengajak anaknya ke pasar dengan seekor unta. Lukman berada di atas unta,sedangkan anaknya menarik
unta itu. Di pertengahan jalan, mereka bertemu beberapa orang yang lalu. Orang2 itu mengatakan," Kejam betul org tua itu,dia yang menaiki unta,anaknya disuruh menarik unta."

Oleh kerana itu, Lukman menyuruh anaknya menaiki sekali ke atas unta. Tetapi,di tengah jalan ada beberapa orang yang lalu berkata pula,"Dua org naik satu unta?? Tambahlah seorang lagi jadi 3 orang."dengan nada yang sinis.

Mendengar cemuhan itu, Lukman turun menarik unta dan membiarkan anaknya di atas unta.
Sekali lagi,orang2 yang lalu mengkritik, "Anak kurang ajar! orang tua dijadikan hamba." Akhirnya, beliau menyuruh sang anak turun. Namun,masih lagi mereka mencela, "Bodoh sungguh, unta ada tapi tak dinaiki malah dipimpin pula.

Begitulah keadaannya hingga akhirnya mereka pun sampai ke pasar. Sebenarnya Lukman Al Hakim ingin memberi pelajaran pada anaknya mengenai orang yang selalu melihat pandangan orang lain. Begitulah keadaannya,walau apa pun yang kita buat tidak akan dapat memuaskan hati semua orang.
Dalam beramal juga begitulah keaadaannya. Ada orang yg beramal suka kalau dilihat dan diperhatikan orang. Padahal belum tentu dia selamat dari celaan orang.

Jika seseorang itu dalam bramal masih ada keinginan untuk senang dilihat oleh orang lain,maka hal itu adalah tanda sebenarnya dia tidak ada kesungguhan dalam menghamba
pada Allah Ta'ala. Kesungguhan dalam menghamba adalah untuk mencari redha Allah Ta'ala,bukan redha manusia. Jikalau orang itu memang ada kesungguhan dalam menghamba pd Allah,pasti dia merasa tidak suka dilihat orang lain kerana bimbang niatnya berubah dan dia sedar hanya Allah Ta'ala yang berhak melihat bukan untuk ipertonton orang lain.

Ada orang pula,dalam berbuat baik ibarat hangat2 tahi ayam saja. Awal2 saja semangat tapi mudah luntur apatah lagi jika dikritik orang lain. Kalau pergi ke masjid risau dikatakan berlagak baik. Kalau nak tegur kesalahan orang bimbang dibalas balik, "alah kau pun buat dosa juga". Kalau cuba beramal sunnah Nabi cthnya berjanggut dan
serban nanti orang kata kuno pula.

Ada juga yang suka mengikut pandangan orang lain walaupun dia tahu perbuatan itu tidak disukai Allah. Kalau tak ambil tahu gosip artis nanti orang kata tak up to date. Kalau pakai tudung labuh atau baju longgar nampak gemuk pula maka bertukarlah ke pakaian yang ketat dan singkat. Begitulah akhirnya pandangan Allah diabaikan
pandangan manusia diutamakan. Hidup pun tidak akan pernah tenang kerana setiap masa cuba memenuhi pandangan orang lain yang tak pernah puas.


Menurut Harts bin Asad Al Muhasibi,tanda2 orang yg ikhlas kepada Allah adalah dia tidak menghiraukan penilaian org padanya asalkan hubungannya dengan Allah tetap terpelihara. Tidak ada yang tahu kebaikannya walau sekecil debu dan tidak takut jika ada orang tahu keburukannya.

Menurut Syeikh Ibnu Athoillah,'Barangsiapa mengenal Allah Yang Haq,pastilah dia dapat melihatNya dalam setiap sesuatu. Dan barangsiapa yang fana dgn Allah,maka samarlah dia dari segala sesuatu. Dan barangsiapa cinta pada Allah maka dia tidak akan mengutamakn sesuatu ke atasnya.'

Beruntunglah orang2 yang mengenal (makrifat) pada Allah Ta'ala. Dia tahu Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segalanya. Jadi dalam segala yg dilihat,didengar dan dirasa akan sentiasa ingatannya pada Allah. Kefanaannya pada Allah menyebabkan segala sesuatu yg berada di hadapannya kosong. Dan kecintaannya pada Allah Ta'ala menyebabkan dia tidak akan mengutamakan nafsu apatah lagi pandangan makhluk selain untuk Allah semata.

Marilah kita belajar mengenal Allah agar brtambah2 rasa cinta padaNya.Semoga Allah memelihara hati kita untuk sentiasa ikhlas dalam segala prbuatan demi redha Allah semata2.

Ilahi Anta maqsudi..redhaKa mathlubi..